Wah, ternyata persaingan di dunia kecerdasan buatan (AI) makin seru aja nih! Kabar terbaru dari Windows Central mengindikasikan bahwa Microsoft, meskipun sudah berinvestasi besar-besaran di OpenAI, tampaknya masih harus berjuang keras untuk membuat Copilot sepopuler ChatGPT.
CEO Microsoft, Satya Nadella, bahkan mengakui bahwa OpenAI punya keunggulan dua tahun dalam mengembangkan ChatGPT. Ini bukan isapan jempol belaka, lho! Buktinya, Amgen, perusahaan farmasi raksasa, tadinya mau beli 20.000 lisensi Copilot, eh malah balik badan dan lebih memilih ChatGPT. Kenapa? Kata mereka, ChatGPT lebih unggul dalam riset dan meringkas dokumen ilmiah. Plus, user experience-nya juga lebih asyik!
Meskipun begitu, bukan berarti Copilot nggak punya daya tarik sama sekali. Sean Bruich, Senior VP Amgen, mengakui bahwa Copilot tetap penting, terutama jika digunakan bersama layanan Microsoft lainnya seperti Outlook dan Teams. Jadi, kayaknya Copilot ini jago kandang gitu, ya?
Tapi, angka berbicara lain. Sebuah laporan yang dikutip Windows Central menunjukkan bahwa ChatGPT punya pengunjung 52 kali lebih banyak daripada Copilot di Amerika Serikat pada Februari 2025. Gede banget kan bedanya? Bahkan, keluhan yang paling sering didengar Microsoft dari penggunanya adalah “Copilot nggak sebagus ChatGPT”. Duh!
Microsoft sih nggak mau kalah. Mereka bilang, pengguna Copilot kurang jago dalam membuat *prompt* yang efektif. Makanya, mereka bikin Copilot Academy buat ngajarin orang cara “ngobrol” yang bener sama AI. Tapi, tetep aja, kemitraan Microsoft dan OpenAI yang tadinya mesra, sekarang kayaknya lagi agak renggang. Ada apa gerangan?
Ternyata, OpenAI lagi ditekan investor untuk jadi perusahaan *for-profit*. Microsoft, yang udah gelontorin $14 miliar, tentu nggak mau rugi. Sementara itu, OpenAI juga ngeluh karena Microsoft nggak bisa memenuhi kebutuhan *cloud computing* mereka. Bahkan, Sam Altman, CEO OpenAI, sempat bilang kalo Microsoft terlalu lama dalam menyaring fitur-fitur baru ChatGPT, sehingga mereka ketinggalan dari kompetitor.
Jared Spataro dari Microsoft punya jawaban sendiri. Katanya, Microsoft lebih fokus untuk mengintegrasikan teknologi terbaik dan menyesuaikannya untuk kebutuhan bisnis. Nggak semua perubahan itu positif, kan? Intinya, persaingan AI ini makin panas aja. Kita lihat aja nanti siapa yang bakal jadi juaranya!






