Intel Terbang Tinggi: Taruhan Kebangkitan Raksasa Chip Kini Terbayar Lunas?

Heri Herdy (Mertadinata)

Wah, siapa sangka? Awal tahun 2026 ini, tepatnya tanggal 7 Januari, dunia pasar modal sedang ramai membicarakan satu nama: Intel. Ya, perusahaan raksasa semikonduktor yang sempat terseok-seok ini tiba-tiba saja melambung tinggi! Sahamnya melonjak lebih dari 6% pada hari Rabu itu, melanjutkan tren positif yang sudah dimulai sejak akhir tahun lalu. Jujur saja, banyak yang bertanya-tanya, apakah ini sinyal bahwa taruhan besar Intel untuk kembali berjaya di industri chip akhirnya membuahkan hasil?

Kita semua tahu, perjalanan Intel beberapa tahun ke belakang memang tidak mudah. Bisnis pengecoran chip mereka, alias foundry, sempat berada di titik nadir pada awal 2025. CEO Pat Gelsinger diganti oleh veteran industri, Lip-Bu Tan, pada bulan Maret. Dia langsung bergerak cepat, memangkas biaya dan menjual aset demi menghentikan pendarahan. Tapi, tetap saja, kepercayaan investor goyah. Saham mereka pun tertekan, apalagi di tengah keraguan akan masa depan divisi foundry tersebut.

Namun, angin segar mulai berhembus kencang di pertengahan 2025. Coba bayangkan, pada bulan Agustus, pemerintah AS di bawah administrasi Trump mengumumkan investasi yang mengejutkan, hampir $10 miliar! Ini menjadikan pemerintah sebagai pemegang saham terbesar Intel. Sebulan setelahnya, giliran Nvidia, sang raksasa semikonduktor lainnya, ikut menanam modal $5 miliar dan setuju untuk berkolaborasi. Dua suntikan dana raksasa ini, ditambah dukungan politik dan industri, mengubah segalanya! Saham Intel langsung terbang, lebih dari dua kali lipat nilainya antara Agustus dan Desember 2025.

Dan kini, awal 2026, kepercayaan itu makin membuncah. Apalagi dengan peluncuran chip AI PC terbaru mereka, “Panther Lake,” yang menjadi produk pertama menggunakan proses manufaktur 18A yang sudah lama dinantikan. Ini adalah bukti nyata bahwa Intel serius dan punya kemampuan untuk bersaing di teknologi terdepan. Menurut laporan dari Investopedia.com, langkah ini sangat penting karena Intel dipandang sebagai satu-satunya alternatif manufaktur chip yang layak di Amerika Serikat, di tengah dominasi produsen Asia.

Ke depan, prospeknya terlihat makin cerah. Nvidia sudah berjanji akan berkolaborasi dalam teknologi pusat data, memberi Intel peran strategis dalam pembangunan pusat data AI yang masif. Dan pemerintah AS, demi memperkuat dominasi industri Amerika, diperkirakan akan terus mendukung bisnis manufaktur chip Intel, apalagi dengan alasan keamanan nasional. Bahkan, ada rumor bahwa Apple pun sedang mempertimbangkan untuk menjadi pelanggan foundry Intel di masa depan, khususnya untuk proses manufaktur 14A generasi berikutnya.

Ben Reitzes dari Melius Research bahkan memprediksi kita akan mendengar lebih banyak kabar baik tentang prospek foundry Intel di sepanjang tahun 2026 ini. Jadi, apakah ini memang era kebangkitan kembali Intel? Waktu yang akan menjawab, tapi tanda-tandanya sudah sangat jelas!

Also Read

Bagikan:

Avatar photo

Heri Herdy (Mertadinata)

Saya merupakan mantan penyiar, Produkasi dan Konten Kreator di NAGASWARA FM, Yang kini fokus berkecimpung di dunia Blogger dan tetap masih menjadi bagian dari Programmer, MD, IT, Produksi dan Penyiar HiTZ FM Belitung.

Tags

Tinggalkan komentar