Intisari Liputan:
- Adobe meluncurkan fitur Quick Action anyar bertajuk “Open Eyes” pada aplikasi Lightroom mobile (iOS dan Android) untuk menyelamatkan foto berharga yang rusak akibat subjek tidak sengaja berkedip atau terpejam.
- Kecerdasan buatan generatif Adobe bekerja cerdas dengan mencocokkan warna iris, lipatan kelopak, dan bentuk bola mata asli subjek berdasarkan foto lain yang tersimpan di pustaka pengguna.
- Sebagai tolok ukur pembanding, inovasi ini lebih luwes ketimbang fitur Google Pixel Best Take yang mewajibkan jepretan beruntun di waktu bersamaan, maupun Apple Photos Clean Up yang baru fokus menghapus objek latar.
- Tersedia jatah uji coba gratis terbatas, sebelum dilanjutkan melalui skema langganan sekitar Rp 90 ribuan hingga Rp 180 ribuan per bulan berbasis kurs acuan sekitar Rp 18.050 per dolar AS.
Momen foto bersama teman, pasangan, atau keluarga sering kali berakhir dengan sedikit kekecewaan gara-gara hal sepele: pose dan senyum semua orang sudah sempurna, tetapi ada satu orang yang matanya justru terpejam karena silau atau refleks berkedip. Di masa lalu, foto semacam ini biasanya langsung dicoret dan dibuang ke tempat sampah digital. Namun lewat pembaruan aplikasi teranyar, Adobe menghadirkan terobosan penyelamat melalui fitur bernama Open Eyes yang disematkan langsung ke dalam ekosistem Adobe Lightroom mobile.
Kehadiran fitur praktis ini, sebagaimana dilaporkan oleh The Verge baru-baru ini, memanfaatkan kapabilitas model AI generatif Adobe untuk merekonstruksi mata yang tertutup hanya dengan satu sentuhan jari. Begitu aplikasi mendeteksi adanya wajah dengan mata terpejam pada foto yang dibuka, tombol tindakan cepat (Quick Action) bertuliskan Open Eyes akan muncul secara otomatis di layar pengeditan.
Cara Kerja Unik: Mencocokkan Arsip Mata Asli, Bukan Filter Tempelan
Salah satu kekhawatiran terbesar saat memakai fitur manipulasi wajah berbasis kecerdasan buatan adalah hasil akhir yang terlihat canggung, kaku, atau menyerupai wajah orang lain. Menyadari hal tersebut, Adobe menerapkan mekanisme cerdas yang membedakan Lightroom dari sekadar filter foto instan. Sistem AI Lightroom tidak asal menempelkan gambar mata acak, melainkan mencari referensi foto lain dari orang yang bersangkutan di dalam pustaka galeri Lightroom Anda.
Dengan memindai bentuk lipatan kelopak, sudut mata, ukuran pupil, hingga corak warna iris asli milik sang subjek, sistem generatif mampu menciptakan bukaan mata yang tampak menyatu alami dengan pencahayaan dan sudut kemiringan kepala pada foto yang diedit. Area manipulasi pun diisolasi secara presisi hanya pada kelopak mata, sehingga bentuk senyum, kontur pipi, dan ekspresi wajah asli lainnya tetap terjaga utuh tanpa distorsi.
Tolok Ukur Pembanding: Ungguli Google Pixel Best Take dan Apple Clean Up
Bila disandingkan secara objektif dengan fitur pengeditan wajah yang dimiliki para raksasa teknologi saat ini, pendekatan Adobe menawarkan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi. Sebagai tolok ukur pembanding, fitur Best Take pada lini Google Pixel mengandalkan penukaran ekspresi wajah dari rangkaian foto jepretan beruntun (burst shot) yang diambil pada detik yang berdekatan. Kelemahannya, bila Anda hanya sempat mengambil satu jepretan foto tunggal, Best Take tidak akan bisa berbuat apa-apa.
Di kubu Apple, fitur Clean Up pada sistem operasi iOS terbaru masih difokuskan untuk menyingkirkan objek latar belakang yang mengganggu (photobomber) dan belum memiliki kecerdasan untuk merekonstruksi detail organ wajah mikro. Sementara itu, fitur Generative Edit milik Samsung Galaxy AI memang sanggup menggeser atau memperbesar subjek, tetapi belum menyediakan tombol otomatis khusus yang secara spesifik menangani masalah kedipan mata dengan mencocokkan arsip wajah pribadi. Di titik inilah Adobe Lightroom mobile membuktikan keunggulannya sebagai alat penyelamat foto tunggal yang sangat bernilai bagi fotografer kasual maupun profesional.
Ketersediaan Perangkat dan Skema Langganan Terjangkau
Fitur Open Eyes saat ini sudah mulai digulirkan secara global untuk pengguna aplikasi Lightroom mobile di platform iOS maupun Android. Untuk mencicipi keandalannya, Adobe menyediakan jatah pengujian cuma-cuma bagi pengguna gratisan dengan kuota percobaan terbatas (umumnya dua kali pengeditan penuh).
Bagi Anda yang ingin menggunakannya secara rutin tanpa batasan kuota, fitur ini dapat diakses melalui paket langganan Adobe Creative Cloud Photography atau Lightroom Premium. Paket langganan ini dipatok di kisaran $4,99 hingga $9,99 per bulan, atau setara sekitar Rp 90 ribuan hingga Rp 180 ribuan per bulan jika dihitung berdasarkan estimasi nilai tukar rupiah saat ini di kisaran Rp 18.050 per dolar AS di pasar mata uang.
Bagi Anda yang gemar mengeksplorasi aplikasi pengolah gambar cerdas dan tren teknologi fotografi terkini, simak panduan serta rekomendasi perangkat lunak lainnya pada rubrik aplikasi dan software Coolkas serta dapatkan ulasan performa gawai pendukungnya di kanal review teknologi Coolkas.











