Dulu, kira-kira hampir satu dekade lalu, dunia sempat tergelak melihat si robot Atlas. Ingat, kan, insiden “jatuh dari panggung” yang bikin heboh itu? Nah, coba bayangkan, di awal Januari 2026 ini, tepatnya di ajang akbar CES 2026 Las Vegas, suasana tawa itu sudah sirna total. Kini, yang ada hanyalah decak kagum dan mungkin sedikit rasa ngeri.
Boston Dynamics, sang pencipta Atlas dari Massachusetts, memang nggak main-main. Mereka menunjukkan versi terbaru Atlas yang bikin kita semua geleng-geleng kepala. Bayangkan saja, robot yang dulunya sempat jadi bahan olok-olokan itu, sekarang melenggang masuk panggung dengan gerakan yang luar biasa alami, persis kayak manusia! Bukan main! Zachary Jackowski, VP dan GM Atlas, sampai bilang mereka bekerja sama dengan Robotics and AI Institute cuma buat menyempurnakan gaya jalan yang natural ini. Dan jujur saja, dari laporan yang saya baca di Digital Trends, mereka benar-benar berhasil!
Tapi, sekadar jalan natural saja tentu belum cukup untuk bisa beraksi di pabrik atau gudang, bukan? Nah, di sinilah kehebatan Atlas sebenarnya mulai terungkap. Robot ini mampu menggerakkan tubuh dan ketiga jari penjepitnya dengan fleksibilitas yang astonishing! Gimana nggak? Jackowski menjelaskan bahwa sendi-sendi Atlas ini bisa berputar 360 derajat. Artinya, dia bisa bergerak jauh lebih efisien dan lincah dari kita, manusia biasa, terutama di lingkungan manufaktur yang setiap detiknya sangat berharga.
Gila, kan? Kehebatan Atlas ini diperkuat lagi dengan kecerdasan buatan yang makin canggih. Berkat kemajuan AI, kemampuan pengambilan keputusannya makin matang. Kabarnya, mereka juga menggandeng DeepMind, lab riset AI milik Google, untuk terus memoles otaknya Atlas. Nggak heran kalau dalam waktu dekat, Atlas sudah siap membantu merakit mobil di fasilitas Hyundai di Amerika Serikat. Yap, Hyundai memang jadi punggung utama Boston Dynamics.
Singkat kata, transformasi Atlas ini bak bumi dan langit dibandingkan penampilannya di tahun 2017 lalu. Dari robot yang canggung dan bikin orang ketawa, kini ia menjelma jadi mesin otonom yang siap menggebrak dunia kerja. Siapa sangka, yang dulu dianggap lelucon, kini jadi kenyataan yang bikin kita berpikir ulang tentang masa depan manusia dan robot. Jadi, sudah siapkah kita menyambut era “Beyond Human” ini?






