Site icon COOLkas

WhatsApp Uji Perluas Foto AI di iPhone, Begini Cara Kerjanya

Ikon aplikasi WhatsApp di layar iPhone yang dipegang tangan, ilustrasi fitur perluas foto dengan Meta AI

Ikon WhatsApp di layar iPhone. Fitur perluas foto dengan Meta AI kini diuji untuk sebagian pengguna iOS. (Foto: Unsplash)

Intisari Liputan:

  • WhatsApp mulai menggulirkan fitur perluas foto dengan Meta AI kepada sebagian pengguna iPhone.
  • AI membuat tambahan visual di tepi gambar untuk mengubahnya ke format vertikal 9:16, bukan sekadar meregangkan foto.
  • Hasil edit dapat ditinjau, dibatalkan, atau dibuat ulang sebelum dibagikan ke chat maupun Status.
  • Fitur masih tersedia terbatas dan pemakaian Meta AI berarti foto yang dipilih dikirim untuk diproses oleh layanan AI Meta.

Punya foto pemandangan yang bagus, tetapi tampilannya nanggung saat dijadikan Status WhatsApp? Biasanya pilihan kita cuma memotong sebagian gambar atau membiarkan ruang kosong di atas dan bawah. WhatsApp sedang menguji opsi ketiga di iPhone: Meta AI dapat mengisi area di luar bingkai foto agar gambar lebih pas memenuhi layar vertikal.

Fitur perluas foto ini mulai muncul bagi sebagian pengguna iOS, sebagaimana dilaporkan Digital Trends. Temuan awalnya berasal dari pelacak fitur WhatsApp, WABetaInfo, yang melihat opsi tersebut pada WhatsApp beta iOS versi 26.44.10.16 melalui TestFlight. Peluncuran masih bertahap, jadi belum tentu tombolnya langsung muncul di semua iPhone atau wilayah.

AI menambahkan latar, bukan meregangkan foto

Saat foto dipilih untuk dibagikan, pengguna yang kebagian fitur akan menemukan opsi perluas di editor gambar WhatsApp. Meta AI menganalisis foto lalu menghasilkan detail tambahan di sisi gambar, sehingga hasilnya dapat disusun dalam rasio portrait 9:16. Rasio ini cocok untuk Status yang tampil memenuhi layar ponsel.

Bedanya penting: foto tidak sekadar ditarik hingga wajah atau objek terlihat gepeng. AI mencoba melanjutkan latar berdasarkan petunjuk visual di tepian gambar. Kalau foto persegi berisi seseorang di depan pantai, misalnya, sistem akan berusaha mengisi ruang vertikal dengan latar yang selaras. Namun, area tambahan itu tetap hasil generasi AI, bukan bagian yang tertangkap kamera.

Menurut penjelasan WABetaInfo, opsi ini juga dapat dipakai untuk foto yang dibagikan di chat, selain pembaruan Status. Fitur hanya ditawarkan ketika gambar belum cocok dengan format yang didukung. Foto persegi 1:1, contohnya, bisa menjadi cara mudah untuk mengecek apakah tombol perluas sudah tersedia di akun.

Tinjau hasil sebelum membagikannya

Setelah pemrosesan selesai, gambar hasil perluasan ditampilkan kembali di editor. Pengguna masih bisa membandingkannya dengan foto asli, membatalkan perubahan, atau menjalankan proses perluas sekali lagi untuk mendapat hasil berbeda. Foto tidak otomatis dikirim hanya karena AI selesai bekerja; pengguna tetap menentukan apakah hasilnya akan dibagikan.

Kualitas sambungan latar bergantung pada isi foto. Tepi yang jelas memberi AI lebih banyak petunjuk untuk menebak kelanjutan adegan. Sebaliknya, detail rumit seperti rambut, dedaunan, garis bangunan, atau tulisan kecil dapat membuat bagian tambahan tampak ganjil. Sebelum mengunggahnya sebagai dokumentasi, periksa apakah AI tidak mengubah detail yang justru penting.

Fitur serupa sudah ditemukan pada WhatsApp beta Android, sehingga pengembangan ini bukan hanya untuk iPhone. Meski begitu, status beta bukan jaminan bahwa semua pengguna Android dan iOS akan langsung mendapatkannya. WhatsApp belum mengumumkan jadwal peluncuran umum. Digital Trends juga mencatat bahwa sebagian pengguna versi App Store sudah melihat fitur tersebut, tetapi aksesnya tetap terbatas dan bisa berbeda antar akun.

Catatan privasi saat memakai Meta AI

Kemudahan mengedit foto tanpa pindah aplikasi ada konsekuensinya: pengguna memilih foto untuk diproses Meta AI. Dalam panduan resmi WhatsApp tentang edit foto dengan Meta AI, Meta menjelaskan bahwa foto yang diunggah serta prompt atau pesan terkait diterima untuk menyediakan layanan AI dan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas AI-nya. Jadi, jangan samakan pemrosesan gambar oleh Meta AI dengan pengiriman foto biasa di chat pribadi.

WhatsApp tetap menyatakan bahwa pesan dan panggilan pribadi dilindungi enkripsi end-to-end. Namun, saat kita secara aktif memilih fitur AI dan mengirimkan foto untuk diedit, konten yang dipilih menjadi bagian dari interaksi dengan layanan AI Meta. Karena itu, hindari mengirim foto yang memuat dokumen, informasi pribadi, atau detail sensitif jika tidak nyaman membagikannya untuk pemrosesan tersebut.

Perluas foto bisa memangkas satu langkah kecil saat menyiapkan Status, terutama untuk gambar lanskap yang ingin ditampilkan vertikal. Nilai praktisnya ada pada pilihan dan pratinjau, sementara batasnya juga jelas: bagian yang ditambahkan merupakan kreasi AI dan pengguna perlu menilainya sebelum menyebarkan gambar.

Exit mobile version